Perkerasan Lentur
Perkerasan Lentur adalah salah satu jenis perkerasan yang paling banyak digunakan di Indonesia tetapi secara umum jenis perkerasan yang dapat digunakan dibagi dalam “perkerasan lentur” (Flexible Pavement) dan “perkerasan kaku” (Rigid Pavement). Kriteria dasar perencanaan untuk kedua jenis tersebut adalah sebagai berikut:
Agregat Pondasi Bawah
- CBR minimum = 40 %
- Struktur Gradasi dan persyaratan bahan sesuai dengan spesifikasi
- Tebal minimum sangat tergantung pada Cummulative Equivalent Standard Axle Load (CESA) atau mengikuti ketentuan SNI-1732-1989-F.
- Koefisien kekuatan relatif (layer coeficient) mengikuti persamaan AASHTO 1993, atau SNI-1732-1989-F.
Agregat Pondasi Atas
- CBR minimum = 85 %
- Struktur Gradasi dan persyaratan bahan sesuai dengan spesifikasi
- Tebal minimum sangat tergantung pada Cummulative Equivalent Standard Axle Load (CESA) atau mengikuti ketentuan SNI-1732-1989-F.
- Koefisien kekuatan relatif (layer coeficient) mengikuti persamaan AASHTO 1993, atau SNI-1732-1989-F.
Asphalt Treated Base (ATB)
- Marshall Stability = minimum 750 kg
- Sifat bahan campuran beraspal sesuai dengan Spesifikasi
- Sifat bahan-bahan pembentuk campuran mengikuti Spesifikasi
- Struktur gradasi campuran beraspal sesuai dengan Spesifikasi
- Tebal minimum sangat tergantung pada Cummulative Equivalent Standard Axle Load (CESA) atau mengikuti ketentuan SNI-1732-1989-F.
- Koefisien kekuatan relatif (layer coeficient) mengikuti persamaan AASHTO 1993, atau SNI-1732-1989-F.
Asphalt Concrete (AC)
- Marshall Stability = minimum 1000 kg
- Sifat bahan campuran beraspal sesuai dengan Spesifikasi
- Sifat bahan-bahan pembentuk campuran mengikuti Spesifikasi
- Struktur gradasi campuran beraspal sesuai dengan Spesifikasi
- Tebal minimum sangat tergantung pada Cummulative Equivalent Standard Axle Load (CESA) atau mengikuti ketentuan SNI-1732-1989-F.
- Koefisien kekuatan relatif (layer coeficient) mengikuti persamaan AASHTO 1993, atau SNI-1732-1989-F.
Oleh Santo

