Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal
Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal dilakukan sebagai dasar pekerjaan pemetaan. Jika KDH merupakan system kerangka dasar ke arah horizontal, maka KDV akan berfungsi sebagai system titik ikat kearah vertical (tinggi/ beda tinggi). Titik di lapangan yang dipakai sebagai titik ikat tinggi adalah juga titik/ patok KDH. Sehingga dengan demikian titik kerangka dasar pemetaan ini selain mempunyai koordinat (x,y) juga akan memiliki elevasi (z atau secara lengkap menjadi koordinat (x,y).
Alat ukur yang digunakan untuk keperluan pengukuran KDV ini adalah Autometic Level WILD Nak-2 dengan rambu ukur yang dilengkapi nivo rambu serta alat Bantu lainnya.
Metoda pengukuran yang dilakukan adalah Sipat datar memanjang jalur pengukuran dibagi dalam beberapa seksi. Satu seksi terdiri dari beberapa slag pengukuran satu slag dilakukan dengan 2 (dua) kali berdiri alat (double stand) Untuk mendapatkan haasil yang baik pembacaan kerambu tidak lebih dari 50 meter dan dilakukan pembacaan pada tiga buah benang (BT, BA, BB).
Ketelitian pengukuran yang disyaratkan adalah sebagai berikut :
-Toleransi ukuran pergi-pulang lebih kecil atau sama dengan 10 mm akar D(Km)
-BT lebih kecil atau sama dengan {(BA + BB)/2} + 2mm
Oleh Danis

