Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal | Kdh

Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal


Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal merupakan pengukuran yang tidak boleh dilewatkan dalam suatu pekerjaan pemetaan. KDH merupakan titik di lapangan (yang diwakili oleh patok kayu, patok PVC, dan pilar beton) yang melingkupi daerah pemetaan.

Titik KDH tersebut akan digunakan sebagai titik ikat pada pengukuran detail. Titik KDH dapat pula digunakan sebagai titik tetap yang akan dipakai untuk keperluan lain setelah pekerjaan pemetaan selesai, misalnya untuk “stake-out” atau keperluan konstruksi lainnya. Setiap KDH mempunyai harga koordinat (x,y).

Pengukuran KDH dilakukan dengan metode polygon. Pada metode Polygon setiap titik akan dicari koordinatnya secara tidak langsung, melalui pengukuran sudut horizontal dititik tersebut dan pengukuran jarak antara dua titik yang letaknya berurutan dalam suatu rangkaian titik polygon yang tersebar sepanjang jalur pengukuran. Jaring Kerangka Horisontal yang dipilih merupakan jaring poligon terbuka, yang dikontrol oleh azimuth matahari. Pengamatan matahari dilakukan menggunakan metode tinggi matahari. Bentuk jaring polygon tersebut mengikuti bentuk trase jalan yang ada.

Pada pelaksanaannya, pengukuran sudut dilakukan dengan menggunakan theodolit presisi Wild T-2. Pengukuran sudut dilakukan 2 (dua) seri, biasa dan luar biasa. Jadi dalam satu titik poligon terdapat dua harga sudut, dan data sudut yang digunakan dalam perhitungan adalah harga rata-rata dari kedua harga pembacaan sudut tersebut.

Pengukuran jarak digunakan alat pengukur jarak langsung, berupa ……………….. sepanjang 50 meter. Jarak antara dua titik poligon diukur dari dua arah. AB dan BA. Harga yang digunakan dalam perhitungan adalah harga rata-rata dari dua pengukuran tersebut.

Pengamatan matahari dilakukan pada titik awal dan akhir proyek, serta pada setiap jarak 5 km (atau setiap + 60 titik poligon). Pengamatan pada setiap titik dilakukan dalam 4 seri (4 biasa dan 4 luar biasa).

Ketelitian pengukuran poligon yang disyaratkan adalah sebagai berikut :

-Salah penutup sudut ukuran : fb lebih kecil atau sama dengan 10” kali pangkat n

-Kesalahan azimuth pengontrol lebih kecil atau sama dengan 5”

-Keasalahan linier SL = 1 : 15.000

Oleh Danis
 

Related Topics on Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal


Google