Batu Kapur Atau Lime Stone Atau Lime Rock Sebagai Stabilisasi Tanah Dasar Atau Subgrade
Lime Stone adalah salah satu material yang sering dijumpai dibanyak tempat tersebar diseluruh indonesia. Untuk membuat suatu konstruksi perkerasan diperlukan bahan material yang baik dan memenuhi syarat sehingga dapat dihasilkan suatu konstruksi perkerasan yang kuat stabil dan tahan lama sesuai dengan umur rencana jalan tersebut. Tanah dasar jalan adalah salah satu dari faktor awal yang harus diperhatikan, oleh karena badan jalan akan ditaruh diatasnya. Apabila terjadi masalah pada subgrade akan berakibat pada banyak masalah kerusakan jalan yaitu mulai dari jalan bergelombang , perkerasan retak yang akan diikuti terjadinya lubang. Perbaikan yang dilakukan akan memerlukan biaya yang sangat mahal. Oleh karena itu hindari kesalahan konstruksi tanah dasar sehingga tidak harus mengeluarkan biaya yang besar dalam pada saat pemeliharaan. Subgrade harus kuat dan stabil, oleh karena itu perlu dilakukan peyelidikan tanah untuk mengetahui apakah tanah tersebut layak sudah memenuhi syarat sebagai sugrade. Untuk mengetahui apakah tanah tersebut memenuhi syarat sebagai subgarde dapat dilihat di artikel lain si website www.developertrend.com. Apabila tanah tidak memenuhi syarat misalnya CBR terlalu rendah dibawah 4 % maka perlu distabilisasi terlebih dahulu. Stabilisasi bisa menggunakan batu kapur atau lime stone. Stabilisasi ini bisa dilakukan dengan dua cara yang pertama dengan mengganti sebagian tanah dasar ini dengan Lime stone cara kedua dengan mencampur lime stone dengan tanah dasar. Lime stone mempunyai CBR cukup tinggi yaitu minimal bisa mencapai 20%. Mencampur tanah dengan lime stone hasilnya akan sangat baik kalau tanah mengandung clay yang tinggi. Hal ini terjadi karena akan terjadi reaksi Pozzolan antara kapur dan tanah yang akan menaikan nilai CBR tanah, sehingga akan diperoleh lapisan tanah yang lebih kuat dan stabil. Penggunaan Lime Stone sudah banyak dilakukan karena sifat sifat lime stone jauh lebih baik daripada tanah pada umumnya. Sifat kapur yang mempunyai indeks plastisitas rendah adalah salah satu sisi posistip dari Lime Stone. Tanah yang distabilisasi dengan Lime Stone akan lebih mudah dikerjakan tidak lengket dengan roda truk. Sehingga kondisi tanah bisa dilalui oleh truk tanpa menunggu tanah benar benar kering. Kekuatan reaksi pozzolan ini akan berlangsung cukup lama sehingga tanah yang distabilisasi dengan kapur akan mempunyai kekuatan yang cukup baik terlebih bila dilakukan percobaan terlebih dahulu di laboratorium sehingga bisa diketahui seberapa banyak lime stone yang dibutuhkan dalam campuran tsb. Percobaan ini mencari nilai optimum dari campuran. Percobaan ini akan mencoba beberapa campuran dengan berbagai komposisi tanah dan kapur. Hasilnya adalah sebuah grafik yang akan memperlihatkan kadar Lime stone yang terbaik dilihat dari tingkat kekuatan atau nilai CBR yang dicapai.
Melihat berbagai keuntungan yang ada pada Lime Stone sudah selayaknya semua pelaku konstruksi mempertimbangkan material Lime Stone ini terlebih apabila dilokasi dimana jalan itu akan dibangun banyak dijumpai materaial Lime Stone ini. Keterangan selanjutnya dapat dilihat di website www.developertrend.com
sawaras santoso

