Perencanaan Perkerasan Jalan

Perencanaan Perkerasan Jalan


Perencanaan perkerasan jalan membutuhkan data yang akurat dari kondisi tanah asli kemudian data lalu lintas, yang nanti akan berkaitan dengan Struktur Perkerasan jalan diperlukan untuk menahan badan jalan terhadap kerusakan akibat beban kendaraan, dan memberikan keamanan dan kenyamanan (“riding quality”) bagi pengendara. Perencanaan perkerasan jalan harus memenuhi kedua aspek tersebut. Pada perencanaan perkerasan jalan jenis perkerasan lentur, bila tebal struktur perkerasan tidak cukup untuk menahan beban kendaraan, maka badan jalan akan mengalami kerusakan, misalnya deformasi, retak-retak dan lubang- lubang (potholes), sedangkan bila perencanaan campuran dan/atau pelaksanaan konstruksi lapisan paling atas (wearing course) tidak mengikuti spesifikasi yang ada, maka akan terjadi kerusakan misalnya bleeding (terlalu banyak aspal sehingga aspal naik ke permukaan atas, sehingga membuat permukaan jalan licin), shoving (terlalu banyak aspal sehingga terjadi perubahan bentuk pada lapisan atas akibat hilangnya stabilitas) dan raveling (pelepasan butir-butir di permukaan atas lapisan wearing course sehingga membuat kekasaran permukaan atas menjadi tidak rata). Untuk Perencanaan perkerasan jalan jenis perkerasan kaku, bila tebal struktur perkerasan tidak cukup untuk menahan beban kendaraan, pelat beton akan mengalami retak-retak atau distorsi akibat penurunan/pemampatan pondasi, sedangkan bila perencanaan campuran beton semen tidak mengikuti spesifikasi yang ada, misalnya menggunakan ”polished aggregate” atau tidak menggunakan batu pecah, maka permukaan pelat beton akan menjadi licin. Olah karena itu, perencanaan perkerasan jalan haruslah meliputi (i) perencanaan tebal perkerasan dan (ii) perencanaan lapis permukaan atas perkerasan untuk keamanan dan kenyamanan pengendara

 

Related Topics on Perencanaan Perkerasan Jalan


Google